Welcome to Selian live Acoustic guys Selian live Acoustic

Rabu, 28 November 2018




Suzzanna: Bernapas dalam Kubur merupakan film horor Indonesia yang akan diluncurkan pada 15 November 2018.[1] Film ini disutradarai oleh Rocky Soraya dan Anggy Umbara.[2] Film ini di bintangi oleh Luna MayaHerjunot AliClift SangraTeuku Rifnu WikanaAlex AbbadVerdi Solaiman, Kiki Narendra, Asri WelasOpie Kumis, dan Ence Bagus.[3][4] Film ini akan ‘melahirkan kembali’ sosok legendaris yang juga dijuluki “ratu film horor nasional”, Suzanna.

Film ini mengisahkan Suzzanna (Luna Maya) dan Satria (Herjunot Ali) yang sudah menikah selama tujuh tahun tapi belum punya anak. Suatu ketika Suzzanna hamil, tapi sayangnya Satria harus dinas keluar negeri.[5]
Kepergian Satria dimanfaatkan oleh empat karyawannya; Jonal (Verdi Solaiman), Umar (Teuku Rifnu Wikana), Dudun (Alex Abbad), dan Gino (Kiki Narendra). Mereka dendam kepada Satria dan berniat merampok rumahnya ketika si tuan rumah tak ada. Rencana perampokan itu berujung kematian Suzzanna.[5]
Kawanan perampok panik dan mengubur jenazah istri majikannya di belakang rumah. Anehnya, besok hari Suzzanna beraktivitas seperti biasa, seperti tak terjadi apa-apa.[5]


Menurut Sunil, proyek film ini sejatinya dimulai sejak lima tahun lalu. Pihaknya mengaku kesulitan mencari aktris yang pas untuk menghidupkan kembali Suzanna. Ia sampai menggunakan jasa tim tata rias dari Rusia. Suatu ketika, Luna Maya terpilih. Tantangan lain muncul ketika sutradara berganti dari Anggy Umbara menjadi Rocky Soraya. Sunil menyatakan ini bukan karena ada prahara. Pergantian itu menyebabkan Soraya Intercine Films harus mengadakan syuting ulang. Rocky Soraya mengerjakan sebanyak 70 persen adegan termasuk adegan pembuka dan penutup. Secara total, syuting mencapai 52 hari. Cut pertama film ini mencapai 4,5 jam; 70 persen di antaranya dari hasil reshoot.[5]
Tantangan-tantangan itu membuat ongkos produksi membesar. Sunil tidak mau menyebut angka, tapi menurutnya tidak beda jauh dengan Tenggelamnya Kapal Van der Wijk, film epik yang punya set mewah dan jadi film termahal sepanjang sejarah Soraya Intercine Films. Sementara yang bikin biaya produksi film membengkak bukan hanya dari set mewah tetapi dari syuting ber-setting tahun 80-an, perbaikan, reshoot, dan tim yang begitu besar.

Youtuber Gaming Jess No Limit Si Juara Satu Game Mobile Legends



JessNoLimit adalah salah satu pemain game online professional e-sport Indonesia , sekaligus sebagai selebriti Instagram dan Youtube. Justin adalah nama asli pemain game Mobile Legends yang sempat meraih peringkat 1 di dunia di season ke 6. Nama panggung atau nick In-game Jess Nolimit” dari tim Evos diambil dari nama sahabat baik Justin yakni bernama Jessica.

Justin sendiri mengaku telah bermain game online besutan dari Moonton tersebut sejak masih season ke 2. Sebelumnya gamer yang mempunyai mantan pemain dari tim Saints.Indo tersebut menyatakan sempat memainkan game online DOTA 2. Nama-nama pemain pro game Mobile Legends lain dari Indonesia, sempat masuk ranking Top Global seperti Saints DayLen, Fabiens, xSanz, RRQ Lemon dan masih banyak lagi.


Mobile Legends adalah sebuah game mobile online besutan Montoon yang paling banyak dimainkan oleh para gamers di berbagai negara termasuk Indonesia.



Jess No Limit bahkan dianggap sebagai pahlawan tersendiri bagi para player Mobile Legends di Indonesia. Setelah suskses meraih gelar juara pertama Mobile Legends di seluruh dunia pada session ke 6 lalu, dengan meraih point yang paling tinggi sekitar 1777 dan bergabung baru-baru ini dengan EVOS e-Sport.

Biodata Youtuber Gaming Jess No Limit Si Juara Satu Game Mobile Legends

Nama Populer: JessNoLimit
Nama Lahir: Tobias Justin
Tempat Tanggal Lahir: 5 Februari 1996
Kewarganegaraan: Indonesia
Keturunan: Tionghoa
Agama: Kristen
Profesi: Gamers, Youtuber, Selebgram
Akun Youtube: https://www.youtube.com/jessnolimit
Akun Instagram: https://www.instagram.com/Jessnolimit
Akun Email: nolimit0596@gmail.com


Ya mungkin itulah beberapa biodata tentang Gamers yang sukses ini dan hingga sekarang masih memegang daftar populer di kalangan Gamers Mobile Legends tahun ini

Kita tak tahu bagaimana kedepannya nanti apakah ada JessNoLimit masih memegang popularitas tertinggi atau bahkan ada Gamers Asia yang akan menyainginya

Kita tunggu saja guys :)

Kilometer Nol Sabang, NAD



Monumen Kilometer Nol ini berada di Desa Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang, Provinsi Aceh. Butuh waktu sekitar 1 jam perjalanan menggunakan mobil dari Kota Sabang menuju tugu monumental ini.
Selama perjalanan dari Kota Sabang menuju ke monumen ini, wisatawan akan disuguhi keindahan alam Pulau Weh. Di sisi kanan berupa hutan perbukitan yang nampak hijau dengan vegetasi yang rapat. Sedangkan sisi kiri terlihat deretan pantai-pantai nan eksotis dan beberapa pulau yang bakal membuat takjub matayang melihatnya.
Tak jarang pengunjung akan menjumpai kawanan monyet-monyet liar di sepanjang jalan di tengah hutan. Monyet-monyet itu menatap iba kepada kendaraan yang melintas berharap mendapatkan makanan.
Tugu Kilometer Nol ini pertama kali diresmikan pada tanggal 9 September 1997 oleh wakil presiden yang ketika itu dijabat oleh Try Sutrisno. Sekitar dua minggu setelah diresmikan, tepatnya pada tanggal 24 September B.J. Habibie yang kala itu menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi menambahkan semacam prasasti yang menjelaskan tentang penetapan posisi geografis 0 kilometer Indonesia, yang pengukurannya dilakukan oleh badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menggunakan Global Positioning System.
Sebagai tempat wisata, kawasan Tugu Kilometer Nol juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang cukup memadai. Di sekitar tugu, wisatawan bisa menemukan tempat parkir, taman, tempat sampah, toilet umum, dan juga musala. Persis di depan tugu, wisatawan juga bisa menemukan banyak pedagang yang menjual cinderamata, kedai kopi, restoran hingga ibu-ibu yang menjajakan gorengan dan rujak khas Aceh. 
Setelah berkali-kali mengalami renovasi, Tugu Kilometer Nol kini terlihat semakin megah. Menurut prasasti, ketinggian bangunan tugu mencapai 43,6 meter dari atas permukaan laut. Sedangkan desain dari tugu sendiri memiliki beberapa filosofi, seperti empat pilar yang menjadi penyangga merupakan simbol batas-batas negara yaitu Sabang sampai Merauke dan Miangas sampai Pulau Rote. Lalu lingkaran besar yang ada di Tugu merupakan analogi dari angka 0.
Ada pula senjata rencong di tugu, yang menjadi simbol bahwa Aceh juga turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Selain itu, juga terdapat ornamen berbentuk segi delapan yang menggambarkan landasan ajaran Islam, kebudayaan Aceh dan Nusantara dalam lingkup yang luas sesuai 8 penjuru mata angin.

Wisata Alam Gunung Sibayak Sumatera Utara Medan


Gunung Sibayak adalah kelas gunung berapi aktif yang memiliki uap panas. Selain itu, letusan yang terjadi beberapa waktu lalu cukup mengguncang bebatuan di puncak gunung. Kondisi yang cukup “tidak beraturan” pada bebatuan puncak nya ini, justru menjadi keunikan tersendiri yang menarik wisatawan yang senang menguji adrenalinnya untuk berusaha menaklukkan Gunung Sibayak hingga mencapai puncaknya. Pemandangan matahari terbit dari puncak gunung akan membuat anda terperangah. Kilau kemunculan sinar matahari akan menerpa wajah Anda memberikan suasana hangat, menggantikan hawa dingin yang semalaman menyelimuti perjalanan Anda. Ya, demi melihat sunrise memang ramai pendaki memilih mendaki di malam hari. Idealnya, Anda harus mulai melangkah dari kaki gunung pada pukul 02.00 dini hari. Tidak perlu khawatir, sebab suasana di malam hari tetap akan memukau Anda. Ditambah lagi cahaya-cahaya lampu rumah penduduk yang menerangi langit Gunung Sibayak. Sesaat membuat Anda merasa sedang berada di bulan karena kondisi pijakan selama pendakian yang penuh batuan.
Selain keindahan pemandangan puncaknya, Masyarakat di sekitarnya maupun dari penjuru dunia menjadi wisata gunung sibayak ini menjadi tempat panorama yang cocok untuk camping bersama teman-teman dan mengadakan acara di hari-hari besar seperti 17 Agustus, Hari pahlawan dll. Aliran air dari sela-sela batuan gunung akan sangat menyegarkan Anda. Penduduk banyak yang memanfaatkannya sebagai sumber air minum. Air nya dingin dan sangat jernih. Inilah alasan utama sumber air pegunungan yang terus mengalir ini menjadi salah satu sumber air untuk air minum kemasan merek “AQUA”.
Terlepas dari kawasan puncak, Gunung Sibayak masih menyimpan kemegahannya. Kawasan lainnya yang sering dijadikan objek berfoto bagi para pendaki adalah kawah Gunung Sibayak. Di dalam kawah ini terletak batu cadas dengan kawah belerang seluas 40.000 meter. Kandungan solfatara membuatnya tak berhenti menyemburkan uap panas. Bagian yang landainya dapat dijadikan tempat Anda untuk beristirahat sejenak di dalam tenda. Akhir pekan atau hari libur sekolah akan sangat berpengaruh terhadap pertambahan jumlah pendaki gunung.

WISATA LAUT ACEH PANTAI LAMPUUK








Pantai Lampuuk merupakan salah satu primadona wisata Aceh Besar sebelum terjadi tsunami tahun 2004. Pantai ini selalu ramai dengan pengunjung, baik dari Banda Aceh, Melaboh, atau daerah-daerah lainnya. Dengan pasir putih dan pepohonan pinus yang rindang, tempat ini menjadi tempat yang ideal untuk melepas kepenatan.

Saat terjadinya tsunami, pantai yang berjarak kurang lebih 15 kilometer dari Banda Aceh ini termasuk yang mengalami kerusakan cukup parah. Hotel-hotel yang berada di tepi pantai dan pemukiman penduduk di sekitarnya hancur dihempas gelombang besar.

Lebih dari separuh penduduk Lampuuk meninggal dalam bencana tersebut. Trauma terhadap ancaman tsunami membuat masyarakat enggan untuk datang ke pantai ini, selain karena banyaknya pohon pinus yang tumbang dan puing-puing sisa tsunami. Hal ini sempat membuat pantai ini tertutup untuk aktivitas pariwisata.
Akan tetapi, secara berangsur pantai ini pun kembali pulih. Kurang lebih setahun setelah tsunami, aktivitas pariwisata di pantai ini pun kembali ramai. Dalam proses rehabilitas dan rekonstruksi pasca tsunami, pengelolaan Pantai Lampuuk diintegrasikan dengan beberapa objek wisata lainnya di Aceh, seperti Pulau Weh, Danau Laut Tawar, dan Dataran Tinggi Takengon.

Ada empat jalur masuk yang bisa dilalui oleh para pengunjung untuk menuju ruas pantai yang berbeda, yaitu Babah Satu, Babah Dua, Babah Tiga, dan Babah Empat. Masing-masing pintu masuk dinamai berurutan sesuai posisinya, dari yang paling selatan ke yang paling utara.

Jalur yang banyak dilalui para pengunjung lokal umumnya adalah Babah Satu dan Babah Dua. Turis asing biasanya datang dari jalur Babah Tiga. Lokasi ini biasanya digunakan untuk kegiatan surfing atau sekadar bersantai menikmati liburan musim panas.

Seiring dengan perbaikan yang dilakukan, pantai ini pun telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pariwisata, seperti banana boat. Bagi pengunjung yang ingin bermalam, tersedia pula berbagai penginapan dari kelas losmen hingga cottage yang tarifnya variatif sesuai dengan pelayanan dan fasilitas yang diinginkan.

Selain itu, di sisi pantai, pengunjung yang ingin mengisi perut juga dapat dengan mudah menemukan kios-kios penjaja menu seafood. Kios-kios ini menawarkan berbagai hidangan ikan bakar, seperti ikan rambe, kerapu, bawal, udang, cumi, dan lainnya. Seafood bakar nan lezat ini cocok dinikmati sebagai hidangan saat berkumpul bersama keluarga atau teman. Lebih lengkap dilengkapi dengan es kelapa muda yang segar.

Aktivitas lain yang bisa dilakukan ketika berkunjung ke pantai ini adalah mengunjungi konservasi penyu. Terletak di Babah Dua, konservasi penyu dapat menjadi wahana edukasi kepada anak-anak mengenai pelestarian lingkungan.

Meskipun aktivitas massal seputar konservasi penyu hanya dilakukan pada saat-saat tertentu, pengunjung dapat menemukan sejumlah tukik atau anak penyu yang ditampung di kolam kecil di salah satu sisi area ini. Tukik ini akan dilepas ke laut ketika mereka dianggap sudah cukup mampu bertahan di alam lepas.

Selasa, 13 Juni 2017

Ya'juj dan Ma'juj

Ya’juj dan Ma’juj / Yakjuj dan Makjuj / (Bahasa Arab: يأجوج و مأجوج‎) atau Gog dan Magog dalam tradisi Ibrani (Yahudi, גוג ומגוג) adalah sebutan yang muncul dalam kitab suci umat Islam, al-Quran serta kitab-kitab agama lain mengenai sekelompok manusia yang memiliki kekuatan sebagai perosak dan penghancur kehidupan di muka bumi.
Ya’juj dan Ma’juj dalam tradisi keagamaan digambarkan dalam istilah yang tidak jelas. Ada yang menyebutnya sebagai manusia, mahkluk berbentuk raksasa, suatu bangsa atau negeri. Ya’juj dan Ma’juj juga muncul dalam banyak mitos dan cerita rakyat di banyak negara. Walau bagaimanapun, Ya'juj dan Ma'juj seringkali disebut sebagai Gog dan Magog di Dunia Barat. Ya'juj dan Ma,juj sebenarnya adalah manusia, [perlu rujukan] perwatakan ganas, membuat kerosakan, menjahanankan tamadun yang mereka serang, mengambil makanan tuaian, membunuh, merogol, mereka bergerak dari kawasan utara Asia dan timur Eropah ke selatan dan dari tengah Asia ke barat Eropah.

Yakjuj dan Makjuj dalam agama Islam

Yakjuj dan Makjuj tinggal di antara dua gunung

Sehingga apabila ia sampai di antara dua gunung, ia dapati di sisinya satu kaum yang hampir-hampir mereka (Zulkarnain) tidak dapat memahami perkataan. (Surah Al-Kahfi : 93)[1]

Yakjuj dan Makjuj melakukan kerosakan di bumi

Mereka berkata: "Wahai Zulkarnain, sesungguhnya kaum Yakjuj dan Makjuj sentiasa melakukan kerosakan di bumi; oleh itu, setujukah kiranya kami menentukan sejumlah bayaran kepadamu (dari hasil pendapatan kami) dengan syarat engkau membina sebuah tembok di antara kami dengan mereka?" (Surah Al-Kahfi : 94)[2]

Zulkarnain telah menahan Yakjuj dan Makjuj

Dia menjawab: "(kekuasaan dan kekayaan) yang Tuhanku jadikan daku menguasainya, lebih baik (dari bayaran kamu); oleh itu bantulah daku dengan tenaga (kamu beramai-ramai) aku akan bina antara kamu dengan mereka sebuah tembok penutup yang kukuh. Bawalah kepadaku ketul-ketul besi"; sehingga apabila ia terkumpul separas tingginya menutup lapangan antara dua gunung itu, dia pun perintahkan mereka membakarnya dengan berkata: "Tiuplah dengan alat-alat kamu" sehingga apabila ia menjadikannya merah menyala seperti api, berkatalah dia: "Bawalah tembaga cair supaya aku tuangkan atasnya".
Maka mereka tidak dapat memanjat tembok itu, dan mereka juga tidak dapat menebuknya.(Surah Al-Kahfi : 95 - 97)[3]

Yakjuj dan Makjuj akan keluar kembali

(Setelah itu) berkatalah Zulkarnain: "Ini ialah suatu rahmat dari Tuhanku; dalam pada itu, apabila sampai janji Tuhanku, Dia akan menjadikan tembok itu hancur lebur, dan adalah janji Tuhanku itu benar". (Surah Al-Kahfi : 98)[4]

Dinding Zulkarnain menahan Yakjuj dan Makjuj telah terbuka

Dari Zainab binti Jahsy :
Bahawa Rasulullah bangun dari tidurnya sambil bersabda: Laa ilaaha illallah, celakalah orang-orang Arab kerana suatu bencana akan terjadi, iaitu hari ini dinding menahan Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini. Dan Sufyan (perawi hadis ini) melingkarkan jarinya membentuk angka sepuluh (membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari). Aku (Zainab binti Jahsy) bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita semua akan binasa padahal di antara kita banyak terdapat orang-orang saleh? Beliau menjawab: Ya, jika banyak terjadi kemaksiatan. (Hadis Riwayat Muslim)[5]

Yakjuj dan Makjuj turun dari tiap-tiap tempat yang tinggi

Dikhabarkan di dalam Al Quran bahawa Yakjuj dan Makjuj akan turun dari tiap-tiap tempat yang tinggi.
(Demikianlah keadaan mereka) hingga apabila terbuka tembok yang menyekat Yakjuj dan Makjuj, serta mereka meluru turun dari tiap-tiap tempat yang tinggi. Dan hampirlah datangnya janji hari kiamat yang benar, maka dengan serta-merta pandangan mata orang-orang yang kufur ingkar terbeliak (sambil berkata dengan cemas): "Aduhai celakanya Kami. Sesungguhnya kami telah tinggal dalam keadaan yang melalaikan kami daripada memikirkan perkara ini, bahkan kami telah menjadi orang-orang yang menganiaya diri sendiri". (Surah Al-Anbiyaa’ : 96 - 97)[6][7]

Sejarah Kutacane

Kutacane adalah ibukota Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, Indonesia. Kutacane merupakan pintu masuk ke Taman Nasional Gunung Leuser dari wilayah Aceh, dapat dicapai lebih kurang 6-8 jam lewat darat melalui Kabupaten Karo dari Medan, Sumatera Utara.
Secara administratif, Kutacane masuk ke dalam kecamatan Babussalam.

Sejarah Kutacane

Pada zaman Pemerintahan Belanda di Indonesia, desa kecil ini pun tidak ketinggalan untuk ditempati oleh si Bule. Tahun 1908; pertamanya Belanda masuk ke Kutacane, ketika itu Kutacane masih merupakan sebuah desa kecil bernama Pasir Gala dan Pemerintah Belanda sendiri bertempat tinggal di Kutarih.Tahun 1920 dengan pertimbangan tertentu oleh Pemerintah Belanda, pusat pemerintahan dipindahkan ke Pasir Gala, oleh pendatang dan penduduk mulai mendirikan rumah dan warung-warung di sekitar pusat pemerintahan Belanda [yang baru] ini; akhirnya menjadi sebuah kota kecil yang disebut Kutacane. [Pusat Pemerintah Belanda di Kutarih kemudian dinamakan sebagai Kutacane Lama].Berakhirnya Pemerintah Kolonial Belanda, diganti oleh penjajah Jepang; Kutacane tidak berubah dan sampai kekuasaan Pemerintahan Jepang berakhir, Kutacane dipimpin oleh seorang kepala kampung.Pada zaman revolusi fisik, Aceh sebagai daerah modal tidak mampu diduduki oleh tentara Belanda/NICA, Kutacane sebagai kota kecil yang terdekat dengan daerah pertempuran menjadi tempat pelarian yang sangat aman bagi pengungsi-pengungsi dari Sumatera Timur (Sumatera Utara sekarang). Kutacane semakin ramai dan berkembang dari segi kependudukan. Demi kelanjutan hidup mereka, pendatang-pendatang baru mulai membuka hutan lebat menjadi ladang-ladang dan daerah sepanjang Lawe Alas dan Lawe Bulan sebagai daerah persawahan.Tanah yang subur diiringi kerja keras, Kutacane dan daerah di sekitarnya sudah berkembang menjadi daerah surplus beras. Revolusi fisik berakhir, hubungan dagang dengan Sumatera Utara lancar.Faktor komunikasi yang sangat buruk dengan daerah Aceh lainnya, terutama tetangga dekat, Takengon, sebagai ibukota Kabupaten Aceh Tengah (saat itu Aceh Tenggara termasuk Aceh Tengah), maka demi lancarnya roda pemerintahan, di bekas Kewedanaan Tanah Alas dan Gayo Lues tersebut terbentuklah Perwakilan Kabupaten Aceh Tengah di Kutacane. Saat itu Kutacane masih dipimpin oleh seorang kepala kampung yang tunduk pada administrasi Pemerintahan Kecamatan Bambel yang ibukotanya Bambel. Perkembangan Kutacane dengan aktivitas-aktivitas yang ada semakin tidak mampu diurus oleh seorang berpangkat kepala kampung, untuk ini pada tahun 1966 dibentuklah kecamatan Babussalam dengan ibukotanya Kutacane.

Asal nama[1]

kutacane di lihat dari udara
Kuta Cane didirikan sekitar tahun 1904 oleh G.C.E Van Daalen. Ada dua versi yang masuk akal awal mula dari kata Kuta Cane. Versi pertama Kutacane berasal dari dua suku kata yakni kuta dan cane yang mana kuta dalam bahasa Alas artinya adalah kota sedangkan cane dalam bahasa Belanda berarti tebu. Versi ini kurang dipercayai dikarenakan Kutacane dari dulu sampai sekarang tidak dikenal sabagai penghasil tebu, dan tebu di Kutacane tergolong sedikit di antara daerah-daerah lainnya di Aceh Tenggara.
Versi kedua adalah Kutacane diambil dari kata bahasa Inggris yang mana dalam bahasa Inggris cane adalah rotan atau tempat pemukulan. Pada versi kedua di mana sejak dahulu daerah kuta Cane dan sekitarnya adalah penghasil rotan yang berkualitas, dan juga yang membuat versi itu semakin kuat adalah sejak kota ini didirikan dan didorong dengan daerah yang terpencil pemerintahan Hindia Belanda membuat Kutacane sebagai tempat tahanan atau semacam penjara bagi pemberontak dan lawan politik yang tidak menyukai Belanda tetap bercokol di daerah Aceh, dan kebanyakan dari mereka banyak yang di siksa oleh tentara Belanda.[2]

Kutacane Semasa Perang Kemerdekaan

Tradisi Pemamanan dalam adat Alas
Pada tahun 1947 perang kemerdekaan berkecambuk di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali di kutacane, Kota ini dibombardir oleh dua pesawat pemburu Belanda, kota kecil ini menjadi sasaran perang Belanda di karenakan Kutacane telah menjadi markas pertahanan Let.Kol. Djamin Gintings, Komandan Resimen IV TNI pindahan dari tanah Karo. pemindahan ini dikarenakan sesuai kesepakatan Renville. Tanah Karo dianggap sudah menjadi wilayah Belanda dan Negera Sumatra Timur (NST). Karena itu kedudukan Kutacane menjadi penting. Kini Tanah Alas menjadi garis pertahanan Indonesia terdepan menghadapi Belanda. Kota kecil itu bertambah ramai, banyak tentera dan pengungsi dari Tanah Karo dan Dairi. Mereka sibuk mendirikan rumah-rumah darurat dan barak-barak pengungsi. Di pinggir sungai (Lawe) Alas dan Lawe Bulan yang mengapit Kutacane, penuh berjejer Barak pengungsi. Sampai-sampai di halaman rumah Raja Alas (Polonas), didirikan rumah-rumah bambu yang beratap rumbia.
Let.Kol. Djamin Gintings pernah membuat kejutan kepada Belanda di mana pasukannya yang bergerak dari Kutacane menuju Mardinding dan Lau Baleng yang merupakan daerah perbatasan langsung dari Aceh dengan Sumatera Utara, serangan itu membuat Belanda kucar-kacir mempertahankan Mardinding dan Lau Balang. Hanya dengan keunggulan senjata, bantuan pasukan berlapis baja dari Kabanjahe dan logistik militer yang kuat, serta merelakan korban yang tidak sedikit, Belanda dapat bertahan. Begitu juga dipihak Resimen IV, banyak korban dan peristiwa tragis yang mereka lalui seperti pristiwa Bukit Kadir yang menewaskan perwira resimen Abd.Kadir yang gagah berani.
Dampak penyerbuan Mardinding dan Lau Balang (walaupun tidak berhasil direbut), menyebabkan semua pasukan Belanda harus mengkonsentrasikan diri pada benteng yang lebih permanen dan kuat menghadapi pasukan Djamin Gintings. Apalagi sesudah serangan frontal itu, Djamin Gintings mengobarkan perang grilya. Taktik hit and run (serang dan menghindar) selalu menimbulkan kerusakan yang tidak terduga di pihak Belanda. Demikianlah selama tujuh bulan (Januari s/d Agustus 1949), perang grilya berkecamuk menyebabkan Belanda terkooptasi di Tanah Karo, dan terpaksa melupakan serangan ke Kutacane (Tanah Alas), sampai penyerahan kedaulatan (1950).
Dalam Konperensi Meja Bundar (23 Agustus 1949), Provinsi Aceh secara utuh dapat didaftarkan sebagai ”daerah modal” Republik Indonesia di luar pulau Jawa dalam status RI sebagai salah satu negara bagian dari RIS. Djamin Gintings telah berhasil menyelamatkan daerah modal itu, yang berarti menyelamatkan martabat Republik Indonesia terutama di mata dunia internasional. Djamin Gintings bukan sembarang pahlawan kemerdekaan.[3]

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates